3 Langkah Cerdas Memilih Sugesti untuk Kebaikan Diri

rahasia-sugestiSebuah sugesti dengan mudahnya masuk ke pikiran kita tanpa disadari, masuk melalui televisi, masuk melalui buku, melalui omongan orang lain, termasuk juga melalui artikel-artikel di internet. Semua informasi sebenarnya adalah sugesti. Sugesti bukan sesuatu yang dimasukkan dengan susah, atau sesuatu hal yang dianggap aneh, atau sesuatu yang susah untuk dibuat. Banyak pemahaman yang salah tentang sugesti yang berkembang di masyarakat, saya sering mendapat telepon atau sms tentang “bagaimana membuat sugesti”, “bagaimana cara mensugesti anak”. Padahal selama ini semua orang sebenarnya pernah mensugesti dan pernah disugesti. Kita setiap saat selalu bertemu dengan sugesti, bahkan saya sering mengatakan bahwa dunia kita penuh sugesti.

Karena dunia kita dipenuhi sugesti maka tentu kita harus “waspada” atau istilah kerennya adalah “eling lan waspodo” hehe, ya karena memang disekitar kita banyak sekali sugesti. Ada sugesti yang baik, ada juga yang tidak baik. Ada lagi sugesti yang “terlihat” baik tapi sebenarnya jelek, begitu juga sebaliknya. Ada sugesti yang “terlihat” jelek tapi sebenarnya baik. Wah pasti anda jadi bingung kan. Memang seperti itulah kenyataan di dunia kita ini. Acara tv, sinetron, film, berita dan lainnya itu juga sebenarnya memberikan sugesti kepada penontonya, jika kita tidak menyadari maka sugesti yang jelek itu masuk ke pikiran kita. Tentang acara tv anda bisa membaca tulisan saya disini.

Cerdas dalam memilih sugesti, inilah kunci kita menjalani hidup di dunia ini. Sugesti menjadi sangat penting sebab sugestilah yang membentuk diri kita, sugestilah yang menjadi program dalam pikiran kita. Sugesti-sugesti lah yang membentuk karakter kita, mau kaya, mau miskin, mau sedih, mau bahagia itu juga karena sugesti yang ada di pikiran kita. Duniamu tergantung Sugestimu.

cara-berpikir-cerdas

Betapa besarnya kekuatan sugesti berpengaruh terhadap hidup kita, karena itu saya memberikan tiga langkah cerdas untuk memilih sugesti disekitar kita.

Langkah Pertama, Menyadari, Kita harus sadar bahwa apa yang terjadi dalam diri kita sepenuhnya tergantung dengan sugesti yang ada dalam pikiran kita. Kalau anda memiliki sebuah flashdisk, maka siapa yang memiliki hak untuk memilih file yang mau dimasukkan? tentu sipemilik flash disk ya. Siapa pemilik pikiran kita? tentu kita ya, maka sadarilah itu.

Langkah Kedua, Lihat dengan Dua Mata, saya sering kali dikelas AMC menjelaskan bahwa kita sering melihat sesuatu dengan satu mata saja, artinya melihat dengan satu sisi saja. Dan banyak orang yang memang sengaja tanpa disadari memaksa banyak orang dengan halus untuk melihat dari satu sisi saja, melihat dengan satu mata saja. Padahal kita harus melihat dengan detil dan jelas, alias melihat dengan kedua mata. Sehingga kita bisa dengan benar memilih sugesti. Banyak orang, banyak artikel, yang memberikan sugesti-sugesti, kita harus meihat jelas, siapa orangnya, dari mana artikelnya supaya kita tahu pasti sugesti apa yang kita masukkan.

Langkah Ketiga, Memahami kerja Pikiran, sugesti masuk ke pikiran kita, pikiran kita yang memproses sugesti itu bekerja. Sehingga kita sebagai manusia butuh memahami bagaimana pikiran bekerja, dengan memahami benar bagaimana pikiran bekerja maka kita lebih pintar dalam memilih sugesti, sehingga tidak lagi mudah dibohongi oleh orang lain, oleh banyak artikel, oleh buku-buku.

belajar-kekuatan-pikiran

Tiga langkah itu saya berikan agar anda bisa menjadi pribadi yang cerdas dalam menentukan bagaimana hidup anda kedepan, sugesti apa yang anda mau masukkan ke pikiran anda. Untuk memberikan informasi yang benar dan tepat tentang sugesti itulah, maka saya hadirkan majalah kekuatan sugesti sebagai satu-satunya majalah digital yang memberikan sugesti positif bagi pembacanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s