Bahagia Atau Tidak Hidupmu, tergantung dari “Sugestimu” Sendiri

Kebahagiaan dalam hidup memang diinginkan oleh masing-masing orang, banyak orang yang mengeluh bahwa hidupnya tidak bahagia, mengeluh hidupnya selalu mengalami kesedihan.

Coba deh anda lihat di media sosial, banyak sekali curhatan tentang keluhan hidup di media sosial, mengeluh karena kondisi ekonominya, mengeluh karena ditinggal pacarnya, mengeluh karena hutang-hutangnya. Banyak hal yang dianggap menjadi alasan untuk tidak bahagia. Sehingga banyak orang mencari berbagai cara agar bahagia, pergi ke tempat A, pergi ke tempat B, yang katanya agar menjadi bahagia. Melakukan meditasi, melakukan ritual lainnya yang katanya bisa membuat bahagia. Padahal yang membuat seseorang bahagia itu bukan karena tempatnya, bukan juga karena ritualnya. Tapi, bersumber dari sugestinya.

Bahagia atau tidak hidupmu itu sebenarnya tergantung dari sugestimu sendiri, sugesti yang ada di pikiran seseorang itu adalah kunci dari kebahagiaan hidup orang itu sendiri. Sebuah sugesti bisa masuk ke dalam pikiran seseorang itu pasti berasal dari luar. Banyak orang tidak menyadari bahwa semua informasi yang dilihat, semua informasi yang didengar merupakan sugesti bagi pikirannya. Dan semua sugesti itu pasti menjadi kenyataan dihidupnya, ketika sering menerima informasi yang sedih-sedih maka bagaimana hidupnya menjadi bahagia? jadi kondisi tidak bahagia itu terjadi bukan karena orang lain tapi karena sugesti yang bersumber dalam pikirannya sendiri. 

Ketika seseorang membaca buku, menonton televisi, menonton film yang isinya hal-hal menyedihkan maka itu masuk menjadi sugesti di pikirannya dan ya itulah kenyataan dihidupnya. Banyak orang baru menyadari ini dikelas AMC, awalnya mereka menganggap bahwa kesedihan dalam hidup ya dari Tuhan. Mungkin anda juga kan? karena banyak ceramah yang sering mengatakan bahwa ketika mengalami kesedihan, ketika mengalami kesusahan maka itu efek dari ujian Tuhan. Pernyataan ini sebuah kekeliruan yang besar, karena sesungguhnya yang membuat hidup seseorang itu susah atau tidak bahagia adalah hasil dari sugesti-sugesti dalam Pikirannya sendiri. Sehingga, kalau mau mengubah hidup agar selalu bahagia maka caranya tinggal  mengubah saja sugesti yang ada dalam pikirannya. Mudah kan? hehe.

Saya menulisnya memang mudah, tapi dibutuhkan pemahaman yang benar dan utuh tentang Sugesti, supaya menjadi mudah dalam melakukan perubahan itu. Karena banyak orang saat ini salah dalam memaknai Sugesti. Bahkan ada yang meremehkan dari kekuatan sugesti, “halah..itu kan cuma sugesti aja”. Padahal sugesti itu sebenarnya adalah senjata utama manusia dalam menjalani hidupnya. Kunci utama untuk membuat hidup seseorang itu bahagia atau tidak ya tergantung dari sugesti dalam Pikirannya. Kalau sugesti yang ada dalam Pikirannya berisi yang menyedihkan ya hidupnya pasti sedih saja. Tapi kalau sugesti yang ada dalam Pikirannya adalah hal yang membahagiakan maka pasti isinya bahagia saja. Anda bisa simak di video berikut ini.

Daripada kamu sibuk curhat di media sosial tentang kondisi hidupmu yang tidak bahagia, maka lebih baik sibuklah untuk mengubah sugesti dalam pikiranmu dulu, kemudian cerdaslah dalam memilih sugesti yang mau dimasukkan ke dalam pikiranmu. Sadarilah bahwa bahagia atau tidak hidupmu tergantung dari sugest dalam pikiranmu sendiri. Tidak bergantung kepada tempat yang dikunjungi, tidak juga bergantung kepada ritual yang dilakukan, bahagia bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, asalkan sugesti dalam pikiranmu memang berisi hal-hal yang membahagiakan. 

Kenali sugesti-sugestimu, dan ubahlah sugesti-sugestimu menjadi sugesti yang menyenangkan dan membahagiakan saja, maka bisa dipastikan hidupmu selalu dalam kesenangan dan kebahagiaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s